Agustus 17, 2011

Hey you! :D

Aku udah ga buka blog ini lagi :)
Aku pindah selamanya.
Wanna still visit me? Klik disini. :D
Thanks..

Juli 24, 2011

Dan Bosan..

"Tiada yang terobati di dalam peluk ini tapi rasakan semua sebelum kau ku lepas slamanya, tak juga ku paksakan setitik pengertian bahwa ini adanya, cinta yang tak lagi sama.."
 Dewi Lestari - Peluk




Aku selalu butuh tempat untuk bersandar, dan selama ini Ayah dan dialah tempat sempurna bagiku untuk merebahkan segala beban yang dipikulkan hidup padaku.
Aku tak pernah tau apa aku mecintainya atau tidak, pun dia tak pernah menuntutku untuk seperti itu, ia tak pernah memintaku membalas ketika ia mengatakan ia mencintaiku. Mungkin itu ketulusan, atau keluguan, atau kebodohan? Entahlah, yang jelas aku nyaman berada didekatnya.
Tapi hari ini...

"Aku bosan jadi penggemarmu, yang tahu hal-hal yang kamu sukai dan kamu butuhkan tapi tak pernah aku lakukan. Aku juga bosan jadi perempuanmu, yang kamu kikis perasaannya setiap kita bicara soal sesuatu yang kau sebut cinta. Jadi, aku harus memutuskan. bersamamu atau pergi dengan yang baru.."

"Siapa yang baru??" ia menggebrak meja dan memecah hatiku menjadi dua.

"Tak ada," jawabku tanpa getar,"Hanya saja kau akan membuatnya menjelma nyata jika terus memperlakukanku seperti itu."

Aku memang bosan, tapi tak seharusnya ia marah. Tebak siapa yang membuatku bosan.
Tak juga mengertikah ia?

Aku berlari keluar ruangan sementara setengah hatiku terkapar sakit tepat dibawah kakinya. Aku tidak tahu apa ia juga terluka, sungguh, yang aku tahu ia cuma tak berusaha mengejarku.

Mei 27, 2011

Nilakandi


Ditengah keputusasaan itu aku menemukan akun facebooknya! Akun facebook! Ya ampun, tiba-tiba aku merasa begitu gagap teknologi karena tak mencarinya di dunia maya. Sejurus setelah membaca namanya mataku beralih pada foto yang dijadikannya foto profil (aku menyakinkan diriku sendiri bahwa itu benar-benar dia). Wajahnya masih sama, pipinya menggembung, matanya tajam, ah! persis sekali. Hanya saja rambutnya di potong lebih pendek. Cantik. Ia masih sangat senatural dulu meski di foto itu ia berpose aneh. Bayangkan seorang gadis jawa yang anggun sedang membuka lebar-lebar mulutnya dengan mata membelalak, di tangan kanannya ada sepotong crape berukuran sangat besar dengan baju kebaya lengkap dengan sarungnya! Ah! benar-benar foto yang iseng.

Mei 18, 2011

Si Ejja

Ejja bilang, hujan yang suka menjinjitkan kakinya kemudian turun tiap malam-malam bukan hujan yang baik. Hujan yang baik tak datang malam, tak sisakan lumpur pada jejalan, tak berlebih-lebih hingga rumah manusia tak tergenang. Aku bilang, hujan malam-malam indah, banyak lagu yang bisa kita nyanyikan disana, bukankah hujan malam-malam juga bersuara cukup lantang?---jadi tak ada yang mendengar nyanyian sumbang dari bibir kita.

Ejja tetap tidak setuju, dahinya berkerut. Besok, katanya, hujan malam-malam tak boleh turun lagi.
Aku membanting pintu, keluar dengan hujan dalam genggaman. Benih hujan akan tumbuh besok, harus tumbuh, biar besok malam, hujan malam-malam bisa singgah walau sebentar.

Hari ini, aku tak temukan Ejja tergeletak seperti biasa di tempat tidurnya. Daun jendela mengetukkan dirinya, lalu tampak Ejja di halaman, mencekik benih hujan. Lama terpaku, benih hujan sudah menggelepar, nadinya putus, otaknya membura-burai keluar. Ejja menanamnya lagi kemudian menggundukan tanah diatas benih hujan yang mati itu.

Ejja  tak tahu, karena hujan malam-malamlah daun jendela jadi berembun, sehingga dapat kugoreskan nama si Ejja itu, setiap hari, setiap ia bangun pagi.

Argggggggggh,
Ejja yang bodoh..

┐(-.- ┐) (┌ -.-)┌

April 20, 2011

Entahlah, Saya jatuh Cinta Sama Bapak...


Tentang Matahari

Matahari yang di atas kepalamu itu
adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu

waktu kau kecil, adalah bola lampu
yang di atas meja ketika kau menjawab surat-surat
yang teratur kau terima dari sebuah Alamat,

 Sapardi Djoko Damono


pict by : ngulik