tak peduli sebelum atau sesudah janur membatasi cerita kau lelakiku,
sembilu dalam daging manusia yang mendengki padaku
berjanjilah membalaskan dendam yang sejatinya tak pernah ada
dalam buku sejarah maupun catatan harian kita
jadilah payung, jika hujan terlampau deras
atau jadilah rumah, dengan perapian yang menghangatkan, menyamankan.
*pic by : 4bp
April 15, 2011
April 14, 2011
ratusan hari menjelma satu..
dadaku tidak nyeri memikirkanmu,
pun tidak nyeri memikirkanku..
dadaku nyeri memikirkan kita,
hanya saja aku tak mau membuatmu cemas atau terluka,
sungguh.
(pic by :: google)
pun tidak nyeri memikirkanku..
dadaku nyeri memikirkan kita,
hanya saja aku tak mau membuatmu cemas atau terluka,
sungguh.
(pic by :: google)
April 12, 2011
remember you, daddy, although riot ..
jarum jam menggerek kaki-kakinya yang patah dan rebah,
setiap detik mengingatmu bulu romaku bisa menjelma lebih tajam dari jarum jam yang bergeser menggusur kaki-kakinya yang tinggal separuh.
ya, mengingatmu adalah mengingat semasa kandungan dulu,
waktu tali ari kita masih terpasang dan bisa robek kapan saja.
setiap mengingatmu,
aku lebih sering menuang kopi (atau kata-kata) yang orang tak bisa teguk manisnya,
pun, setiap mengingatmu aku bisa saja mati dalam bisu,
mengigil sekaligus meronta dibalik selimut yang kutarik hingga menutupi telinga dan kepala.
setiap detik mengingatmu bulu romaku bisa menjelma lebih tajam dari jarum jam yang bergeser menggusur kaki-kakinya yang tinggal separuh.
ya, mengingatmu adalah mengingat semasa kandungan dulu,
waktu tali ari kita masih terpasang dan bisa robek kapan saja.
setiap mengingatmu,
aku lebih sering menuang kopi (atau kata-kata) yang orang tak bisa teguk manisnya,
pun, setiap mengingatmu aku bisa saja mati dalam bisu,
mengigil sekaligus meronta dibalik selimut yang kutarik hingga menutupi telinga dan kepala.
haaaaaaaaa, i am gonna crying .
*ini repost dari blog kakak saya. ^^ untuk ibunya...
just a few phrase to someone over there,,
Jam berdetak terlambat
Aku duduk mengitungnya
Membaginya dengan suara jantungku..
Semua terasa berat
Memiliki yang tak terlihat
Mengharapkan apa yang tak terungkap..
Dalam senyum yang rapuh
Aku mencoba tegar
Untuknya.,yang memandangku dalam kacamata kerinduan
Rindu akan kenyamanan
Rindu akan kehangatan
Rindu akan kebahagiaan..
Aku mungkin tak seperti apa yang dia pikirkan,
Namun meski jantung ini brdetak lebih lambat dari jam
Aku kan menutup ruang2 himpit dalam hati
Yang membisikkan keraguan
Dan kan kulelehkan dinding kesedihan yg meliputi hatinya..
Aku tak tw bagaimana atau seperti apa caranya
Bila petir yang kutangkap dapat melelehkannya
Mungkin ku kan coba membelitnya
Namun ku tahu itu tak perlu
Dia yg disana pasti akan menemukannya sendiri..
Dan bila pun tak berguna
Ku kan tetap disini
Menjadi pijakan bila ia ingin mendaki
Menjadi sandaran bila ia lelah
Menjadi sasaran bila ia marah
Bukan karena kuinginkan dirinya
Tapi karena ku tak lagi ingin mendengarnya menangis
Karena ku hanya ingin mendengarnya tertawa dan tersenyum
(Meski ku hanya dpt mendengar tanpa melihat)
Memang hidup tak selamanya senang
Tak pula selamanya sulit
Tapi ku kan slalu brusaha mendukungnya
Memberinya sisi terbaik diriku
Menjadi apa yg dia harapkan
Selalu..untuknya..
^^
just a few phrase to someone over there,,
Jam berdetak terlambat
Aku duduk mengitungnya
Membaginya dengan suara jantungku..
Semua terasa berat
Memiliki yang tak terlihat
Mengharapkan apa yang tak terungkap..
Dalam senyum yang rapuh
Aku mencoba tegar
Untuknya.,yang memandangku dalam kacamata kerinduan
Rindu akan kenyamanan
Rindu akan kehangatan
Rindu akan kebahagiaan..
Aku mungkin tak seperti apa yang dia pikirkan,
Namun meski jantung ini brdetak lebih lambat dari jam
Aku kan menutup ruang2 himpit dalam hati
Yang membisikkan keraguan
Dan kan kulelehkan dinding kesedihan yg meliputi hatinya..
Aku tak tw bagaimana atau seperti apa caranya
Bila petir yang kutangkap dapat melelehkannya
Mungkin ku kan coba membelitnya
Namun ku tahu itu tak perlu
Dia yg disana pasti akan menemukannya sendiri..
Dan bila pun tak berguna
Ku kan tetap disini
Menjadi pijakan bila ia ingin mendaki
Menjadi sandaran bila ia lelah
Menjadi sasaran bila ia marah
Bukan karena kuinginkan dirinya
Tapi karena ku tak lagi ingin mendengarnya menangis
Karena ku hanya ingin mendengarnya tertawa dan tersenyum
(Meski ku hanya dpt mendengar tanpa melihat)
Memang hidup tak selamanya senang
Tak pula selamanya sulit
Tapi ku kan slalu brusaha mendukungnya
Memberinya sisi terbaik diriku
Menjadi apa yg dia harapkan
Selalu..untuknya..
^^
April 07, 2011
Maka, Jadilah seindah awalnya..
Sosok itu adalah bias indah pelangi, matanya adalah reriak pantai Karimun Jawa, kulitnya lebih bersih dari sekedar pepasir Situbondo, sedangkan Aku ini sosok wanita berkulit kayu, berambut jerami. Lalu apa? Oh, terlahir sebagai perempuan!, mungkin itulah satu-satunya persamaan kami.
Sosok itu mengerlingkan matanya. Cantik, indah. Ah, apa lagi?
“Tidak, Nung,hanya saja Aku lebih mencintai persahabatan kita dibanding menerima kehormatan sebagai Putri Keraton, ” Katup bibirnya yang indah memerah meluncurkan kalimat itu begitu saja.
“Nun sewu, Kanjeng, tapi pantaskah…” Ditahannya laju kalimatku lewat telunjuk pada bibirnya.
“Persahabatan kita ini terlalu indah, Nung. Aku menginginkan akhirnya seindah awalnya.”
Dan begitulah persahabatan kami berakhir. Sosok Roro tetap diangkat sebagai Putri keraton, dan Aku, si Nunung ini, tetap anak Mbah Tiyem, penggerus jamu. Tapi apapun yang para dayang lain katakan, persahabatan ini (setidaknya bagiku dan Roro) seperti indah awalnya, sampai kapanpun akan selalu seperti ini, indah...
Kuis Cerpelai Persahabatan
Langganan:
Postingan (Atom)




